Mahasiswa Papua di Yogya Kerap Dapat Kekerasan, Begini Sikap Sultan

Kuntadi
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X. (Foto: Dok.iNews.id)

YOGYAKARTA, iNews.id – Aksi mahasiswa dan pelajar asal Papua menuntut jaminan keamanan dan kenyamanan belajar di Kota Yogyakarta langsung disikapi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X.

Menurut Sultan, mahasiswa Papua sudah berjanji untuk tidak akan melakukan perkelahian. Kekerasan ini dilakukan secara sepihak atau ada masalah di antara oknum. "Mosok ora ana apa-apa (Masak tidak ada apa-apa) dilaporkan kekerasan. Tidak Mungkin, pasti ada masalah," kata Sultan, Kamis (4/10/2018).

Sultan mengaku tidak tahu persis korban kekerasan yang dialami mahasiswa Papua. “Bagaimana dia bisa menjadi korban, apa yang dia lakukan. Untuk itulah, saya akan meminta keterangan dari pejabat yang menemui. Saya tidak tahu persis, korban kekerasan yang mana," ujar Sultan.

Puluhan pelajar dan mahasiswa asal Provinsi Papua mendatangi Kantor Gubernur DIY, Kamis (4/10/2018). Mereka menuntut jaminan rasa kenyamanan untuk belajar di Kota Yogyakarta dan sekitarnya menyusul banyaknya aksi kekerasan yang menimpa mahasiswa asal Papua.

Presiden Mahasiswa Papua, Aris Yeimo mengatakan, kedatangan mahasiswa dan pelajar ke Yogyakarta hanya untuk belajar dan kuliah. Kondisi ini tidak lepas dengan julukan Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan yang juga Kota Pelajar dengan slogan Yogyakarta berhati nyaman. "Sudah ada mahasiswa yang nyawanya melayang, tetapi tidak bisa diusut oleh kepolisian," ujarnya.

Dia menyebutkan, dalam kurun waktu 10 tahun, kata dia, sudah ada puluhan mahasiswa yang menjadi korban. Pihak kepolisian tidak mampu menyelesaikan dan terkesan ada aksi pembiaran sehingga aksi kekerasan terus menimpa mahasiswa papua. 

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Misteri Siswi SD Tewas dalam Rumah di Sragen, Polisi Sebut Ada Dugaan Kekerasan

57 tahun lalu

Kronologi Siswi SD Ditemukan Tewas dalam Rumah di Sragen, Motor Keluarga Ikut Hilang

57 tahun lalu

Sragen Gempar! Siswi SD Berseragam Pramuka Tewas dalam Rumah, Ibu Histeris

57 tahun lalu

Tamtama TNI AL di Bangkalan Meninggal Tak Wajar, Keluarga Tolak Disebut Bunuh Diri

57 tahun lalu

Menteri PPA Sebut Kekerasan di Daycare Jogja Pelanggaran HAM Serius

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal