Lahir di Mekkah dan Tak Mahir Berbahasa Indonesia, Pemuda Ini Tetap Cinta Merah Putih

Antara
Faiz Musa lahir dan besar di Arab Saudi. Namun pemuda berusia 26 tahun itu berdarah campuran Malang dan Madura. (Foto : Antara)

Ia mengaku sudah lima kali menginjakkan kaki di Tanah Air, pernah ke Bali, Pontianak, Makassar, Palembang dan melihat kemegahan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Dengan Malang, ia juga memiliki kesan tersendiri. Ketika pertama kali menginjakkan kaki di daerah itu ia merasakan suasana yang nyaman karena hawanya yang dingin.

Ada juga kejadian lucu dengan nasi kucing. Abdu diajak temannya menyantap nasi kucing ketika di Jakarta.

"Kalau kalian biasanya makan berapa bungkus? Saya makan 21 bungkus, teman malah sampai 27 bungkus. Itu orang yang jual sampai heran lihat kami," tambah dia.

Kecintaannya terhadap Indonesia tak perlu dipertanyakan, apalagi ia mendapatkan kesan pertama yang indah tentang Indonesia. Bahkan suatu saat ia ingin menetap di Indonesia jika ada kesempatan.

Sebagai keturunan orang Indonesia, hal itu tidak dia mungkiri. Darah yang mengalir di tubuhnya adalah darah Indonesia sehingga ia pun cinta Indonesia.

Jargon "Merah Putih harga mati" yang lekat dengan dirinya menjadi salah satu bukti keberhasilan upaya pemerintah Indonesia dengan berbagai pihak terkait untuk terus-menerus menanamkan semangat nasionalisme.

Gelora penanaman nasionalisme tak hanya menyasar generasi bangsa yang ada di Tanah Air. Akan tetapi, mereka yang tinggal di tanah seberang pun juga cinta Indonesia.

Cukup banyak anak Indonesia yang lahir dan besar di Arab Saudi, bahkan sudah sejak dahulu banyak warga Nusantara yang merantau ke kota kelahiran Nabi Muhammad SAW itu.

Hingga saat ini keturunan-keturunan mereka masih menetap di Tanah Suci. Ada yang melebur dan menjadi warga negara setempat namun ada juga yang mempertahankan status keindonesiaan mereka.

Meski tak cukup banyak mengenal bahasa maupun budaya asal-usul leluhur, Merah Putih tetap bersemayam di hati mereka.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Duka Kloter 12 Malang, 2 Jemaah Haji Meninggal Dunia di Pesawat dan Bus

57 tahun lalu

Identitas Pedagang Cilok Ditemukan Tewas di Kontrakan Cikupa, Perantau asal Madura

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

Emosi saat Bercanda, Pria di Sampang Madura Pukul Tetangga Pakai Cobek

57 tahun lalu

Pria di Malang Kirim Pekerja Migran Ilegal Bertahun-tahun, Korban Disiksa di Arab Saudi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal