Dia menjelaskan, kerusakan ini terjadi lantaran ratusan massa yang terlibat aksi tawuran berupaya untuk menyelamatkan diri. Awalnya saat kericuhan terjadi salah satu kelompok massa yang merasa terdesak berusaha mencari tempat perlindungan. Ratusan massa tersebut kemudian berlarian masuk dari Jalan Tamansiswa menuju area museum.
"Jadi kelompok dari PSHT itu menyelamatkan diri, sehingga karena kejadian itu museum ikut terkena imbasnya. Kondisi semalam itu penuh, makanya ada beberapa koleksi seperti kursi dan meja, serta pintu bangunan rusak karena diinjak-injak dan terkena lemparan batu," katanya.
Akibat kejadian ini, pihaknya memutuskan menutup museum dari kunjungan untuk sementara waktu. Pihaknya tengah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
"Sementara tutup karena masih ada Koordinasi dengan pihak kepolisian juga," kata dia.