Atas kecurigaan itu pula, Muharto diinterogasi sampai malam. Ada 12 orang yang menanyainya dengan penuh emosi dan bertele-tele.
Walaupun Muharto sudah berkali-kali menjelaskan dia baru tahu kematian saudaranya dan Igning dari orang lain, orang-orang G-2 tidak peduli. Mereka tak mau mengundang Budiarjo dan Brenthel Susilo yang membawa berita peristiwa tragis itu dan mengetahui masalahnya.
Namun, ada hal yang sangat disesalkan Muharto saat itu. Mengapa tidak ada pernyataan resmi dari yang berwenang sebagai penanggung jawab misi AURI ke Filipina kepada dirinya sebagai saudara kandung korban.
"Kalau atas dasar pertimbangan bahwa kedatangan Igning dalam rangka suatu operasi rahasia, tak mungkinlah menulis surat pribadi," tanya Muharto.
Setelah interogasi panjang dan melelahkan, akhirnya Intel Militer Filipina memutuskan jenazah Igning harus dikirim kembali untuk dimakamkan di Manila. Jika usul itu diterima AURI, maka hendaknya dinyatakan penyebab Igning meninggal bukan karena pembunuhan, melainkan suatu kecelakaan.