Kisah Sultan Amangkurat II Lindungi Untung Surapati dari Kejaran VOC dengan Perang Sandiwara

Avirista Midaada
Ilustrasi Untung Soropati memimpin pasukan (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Arya Sindureja melarang Kapten Tack dan pasukannya yang berada di Desa Ngasem, untuk berperang melawan pasukan Untung Surapati. Alasannya tentu hampir sama dengan skenario perang pertama, karena pasukan Sampang dan Surabaya Kasunanan Kartasura masih mampu melawan pasukan Untung Surapati. 

Kasunanan Kartasura melalui utusannya Arya Sindureja terus menyakinkan Kapten Tack bahwa Untung Surapati ini telah melakukan pemberontakan kepada pihak kesultanan. Tak ada kecurigaan yang terlihat di benak Kapten Tack.

Bahkan saat Tack menerima kabar sandiwara kekalahan pasukan Sampang dan Surabaya membuatnya marah. Bagaimana tidak, Arya Sindureja mengabarkan bahwa pasukan Untung Surapati dan Patih Anrangkusuma berhasil memporak-porandakan pasukan dibawah komando Sultan Amangkurat II.

Bahkan pada laporannya pasukan Sampang dan Surabaya ini sampai memburu Untung Surapati ke Sungai Pepe, Bungas, dan Desa Sendang, tetapi tetap saja mengalami kekalahan. 

Pasukan ini kemudian kembali ke Alun-Alun Kartasura dan menghadap Kapten Tack, di sanalah Tack dibuat marah karena kekalahan pasukan Sampang dan Surabaya, yang ternyata disandiwarakan, tetapi dia tak mengetahuinya.

Meski begitu sandiwara masih berlanjut, di mana pasukan Untung Surapati bersandiwara mengejar raja hingga ke istana, sebenarnya sang raja telah duduk di Sitihinggil. Namun upaya sandiwara tetap dilanjutkan dengan tembakan yang dilepaskan pasukan pengaman raja ke pasukan Untung Surapati. 

Namun tak ingin buruannya lepas, Kapten Tack kemudian mengambil alih serangan. Dia dan pasukannya langsung menyerang pasukan Untung Surapati, kisah ini bahkan digambarkan di Babad Trunajaya.

Serbuan ini memang sempat membuat pasukan Untung Surapati terjepit dan kelelahan. Untung Surapati kemudian lari mundur hingga ke Pagongan, di sinilah ia kemudian dipanggil urusan Sultan Amangkurat II untuk menghadap ke istana. 

Langkah ini dilakukan Sultan Amangkurat II untuk melindungi abdi dalem kesayangannya dari kejaran VOC. Tetapi dia tak ingin agar VOC tahu bahwa Kasunanan Kartasura dan dirinya melindungi Untung Surapati.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pertempuran Tegal dan Cilacap, Jejak Perlawanan ALRI Terhadap Agresi Militer Belanda 1947

57 tahun lalu

Kisah Kelam di Coban Jahe, 38 Pejuang Kompi Gagak Lodra Gugur usai Pengkhianatan Pribumi

57 tahun lalu

Perang Buleleng 1846 Meletus Dipicu Hukum Tawan Karang, Belanda Kuasai Istana Singaraja

57 tahun lalu

Mengerikan! Pemimpin Prajurit Belanda Tertembak Mata oleh Pasukan Pangeran Diponegoro

57 tahun lalu

Belanda Bangun 258 Benteng Lawan Pangeran Diponegoro, Semua Gagal Total!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal