Kisah Mantan Danjen Kopassus saat Basmi Perusuh di Konflik Ambon

Sindonews
Sucipto
Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa bersama warga Kampung Mokwam, Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) memiliki kemampuan di atas rata-rata. Setiap tugas yang dibebankan akan selalu diselesaikan dengan sebaik-baiknya oleh para prajurit Baret Merah ini.

Inilah yang juga dilakukan oleh mantan orang nomor satu di pasukan elite TNI AD, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa saat mendapat tugas meredam konflik berkepanjangan di Ambon, Maluku pada 2001 silam. Peraih Adhi Makayasa yang kini menjabat sebagai Pangdam XVIII/Kasuari itupun berhasil melaksanakan tugasnya dengan gemilang.

Berawal pada 5 Januari 2001 tim Kopassus, bersama-sama Marinir dan Paskhas dalam satuan tugas gabungan Komando Sektor (Kosektor)-1/ gabungan TNI Maluku/Maluku Utara yang dipimpin Asisten Intelijen Danjen Kopassus Kolonel N.G Sugihartha, berangkat ke Ambon setelah mendapat perintah tugas mendadak pada tanggal 1 Januari 2001

Wakil Asisten Intelijen Danjen Kopassus Letkol I Nyoman Cantiasa (waktu itu berpangkat kapten) yang menjadi anggota tim Kosektor-1 melihat bagaimana warga kehilangan nyawa saat berjalan diruang terbuka akibat gangguan para “sniper” yang disebar oleh pihak bertikai digedung - gedung kosong untuk menteror kota Ambon. 

Setiap hari ada laporan warga dari dua komunitas yang mengadukan kerabatnya menjadi korban sniper terus masuk. Situasi bertambah parah setelah kelompok separatis Republik Maluku Selatan (RMS) dan milisi luar Ambon terutama dari Pulau Jawa ikut memperkeruh suasana disertai pasokan senjata dan bahan peledak yang juga membanjiri dari luar Maluku dan dari luar negeri. 

Maraknya peredaran senjata organik dipicu oleh pembobolan gudang senjata Polri di Desa Tantui semasa konflik 1999 - 2000. 

Kelompok bertikai menjebol lalu menjarah gudang senjata beserta amunisinya. Sekurangnya 900 pucuk senapan dan pistol serta granat tangan raib dari gudang. Yang lebih mengerikan lagi, saat sweeping ke daerah perusuh, ditemukan bom rakitan seukuran televise 17 inch. Bayangkan bila bom digunakan untuk menyerang keramaian masyarakat.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jadwal Buka Puasa Ambon dan Sekitarnya Hari Ini 13 Maret 2026

57 tahun lalu

Jadwal Buka Puasa Ambon Hari Ini 5 Maret 2026, Lengkap Panduan dan Doa Berbuka

57 tahun lalu

Polda Papua Musnahkan Ganja 6,3 Kg, Rencana Dikirim ke Merauke hingga Ambon

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Buru Maluku, Terasa hingga Ambon

57 tahun lalu

Breaking News: Gempa Bumi Magnitudo 6,0 Guncang Ambon

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal