BANTUL, iNews.id - Warga Padukuhan Besole, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul berhasil menciptakan briket atau bahan bakar alernatif dari sampah. Mereka memanfaatkan batok kelapa dan kulit kacang koro.
Dukuh Besole, Daryanto mengatakan, awalnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kalurahan Poncosari berencana untuk mengambil sampah-sampah rumah tangga di tiap padukuhan. Namun, hal tersebut urung dilakukan lantaran sejumlah tokoh masyarakat menolaknya.
"Karena prosesnya itu harus bayar perbulan Rp25.000. Kami selaku tokoh-tokoh masyarakat memilih mendirikan bank sampah," katanya, Selasa (31/10/2023).
Dengan memanfaatkan bangunan di depan rumahnya, Daryanto dan warganya mulai mendirikan Bank Sampah Amanah sekitar empat bulan lalu. Setelah beroperasi, warga berinisiatif untuk mengolah sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi.
Sampah yang laku dikumpulkan dan dijual. Sedangkan yang tidak laku seperti plastik dijadikan campuran briket. Kebetulan di Padukan Babakan terdapat perajin tempe koro yang kesulitan membuang sampah kulit kacang koro tersebut.