Keren, Petani Gunungkidul Pantau Iklim lewat Aplikasi BMKG

Antara
Petani milenial harus mampu membaca dan memahami iklim supaya dapat meningkatkan produktivitas hasil panen dan harga jual hasil panen tinggi. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Reni mengatakan kegiatan SLIO di Gunungkidul sudah mulai dilakukan sejak pertengahan Agustus hingga akhir September 2020 lalu. Jumlah pertemuan bervariasi antara dua hingga tiga kali.

Selama kegiatan, ada dua materi pokok yang disampaikan pada para petani yang menjadi peserta. Antara lain pengenalan unsur cuaca atau iklim beserta alat ukurnya, dan pemahaman informasi prakiraan iklim.

"Metode pertemuan ada yang tatap muka dan virtual, menyesuaikan kondisi saat ini dan menerapkan protokol kesehatan," kata Reni.

Sementara itu, Ketua Poktan Sumber Rejeki Buyutan, Ngalang, Sajikan mengakui bahwa pengetahuan tentang kondisi iklim semakin meningkat pasca mengikuti SLIO. Sebelumnya, para petani lebih banyak bergantung pada tradisi ilmu "titen".

"Setelah mengikuti SLIO, petani juga bisa memantau kondisi cuaca lewat aplikasi BMKG, untuk memperkirakan iklim secara lebih rinci," katanya.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Dangkal Getarkan Cirebon Jabar, Cek Magnitudonya!

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Berpusat di Darat Guncang Tanggamus Lampung, Cek Magnitudonya

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini M 4,0 Guncang Pasaman Sumbar, Berpusat di Darat

57 tahun lalu

Gempa Bumi Magnitudo 4,6 Guncang Sinabang Aceh

57 tahun lalu

Candaan Berujung Maut, Mahasiswa Tewas Ditembak Petani di Sumba Barat Daya NTT

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal