Kambing ini, kata dia menjadi klangenan (kebanggan). Banyak orang yang tertarik untuk membelinya. Lantaran tidak dilepas, mereka berusaha mendapatkan keturunan dari kambing ini dengan menyewa untuk dikawinkan. Sekali mengawinkan, mereka harus membayar mahar Rp300.000. “Maksimal seminggu tiga kali untuk kawinnya,” ujarnya.
Kontes sapi dan kambing PE ini digelar Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo bekerja sama dengan Fakultas Peternakan UGM. “Ada 82 ekor sapi dan 37 ekor kambing PE yang ikut dalam kontes ini,” jelas Kabid Peternakan Dinas Pertanian Pangan Kulonprogo, Nur Syamsu Hidayat.
Kontes ini menjadi ajang untuk menjaga kualitas sapi dan kambing PE Kulonprogo agar tidak keluar daerah. Selain itu, merangsang peternak untuk lebih aktif mengembangkan usaha peternakan.