Guru Besar jebolan McGill University, Kanada ini juga menekankan peran penting generasi muda sebagai aktor penggerak sejarah. Terlebih lagi Indonesia diprediksi menjadi kekuatan ekonomi dunia berkat bonus demografi.
"Menyebarnya semangat nasionalisme dimotori oleh tokoh pers seperti Tirto Adisoeryo. Tetapi Sumpah Pemuda 1928 menjadi momentum pelembagaan nasionalisme," ucapnya.
Melalui bidang dan minat masing-masing, generasi muda diharapkan bisa terlibat dalam kegiatan bela negara. Keterlibatan bela negara wujud dari rasa syukur karena Indonesia merupakan bangsa yg paling dimanja oleh Tuhan.
"Rakyat Indonesia harus bersyukur dan mengoptimalkan sebaik-baiknya potensi ini sesuai bakat dan minat masing-masing," katanya.
Partisipasi generasi muda dalam upaya bela negara di bidangnya masing-masing juga merupakan pengejawantahan Pancasila dalam tindakan. Keterkaitan antara pemahaman dan pengamalan dalam tindakan akan memastikan Pancasila selalu relevan menjadi living ideology dan working ideology.