Kenapa Jogja Disebut Daerah Istimewa? Begini Jawabannya

Ainun Najib
Yogyakarta adalah daerah istimewa. Status ini berkaitan dengan sejarah berdirinya DIY. (Foto Ilustrasi : Antara)

Sebagai ibu kota provinsi adalah Kota Yogyakarta. Yogyakarta sendiri kaya predikat, baik berasal dari sejarah maupun potensi yang ada seperti sebagai kota perjuangan, kota kebudayaan, kota pelajar dan kota pariwisata.

Sebutan kota perjuangan untuk kota ini berkenaan dengan peran Yogyakarta pada zaman perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Yogyakarta juga pernah menjadi pusat kerajaan, baik Kerajaan Mataram (Islam), Kesultanan Yogyakarta maupun Kadipaten Pakualaman. 

Sebutan kota kebudayaan berkaitan erat dengan peninggalan-peninggalan budaya bernilai tinggi semasa kerajaan-kerajaan tersebut. Hingga saat ini peninggalan itu masih lestari dan dapat dinikmati. 

Kampus UGM (Dok. UGM)

Sebutan sebagai kota pelajar berkaitan dengan sejarah dan peran Kota Yogyakarta yang mendunia di Indonesia. Di kota ini ada kampus UGM yang merupakan kampus tertua di Indonesia. Di Yogyakarta juga banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi baik negeri maupun swsata. Di kota ini Terdapat banyak mahasiswa dan pelajar dari seluruh daerah di Indonesia. Tak berlebihan bila Yogyakarta kemudian disebut sebagai miniatur Indonesia. 

Sebutan kota pariwisata menggambarkan potensi provinsi ini dalam kacamata kepariwisataan. Berbagai jenis obyek wisata dikembangkan di wilayah ini, seperti wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya, wisata pendidikan, bahkan, yang terbaru wisata malam. Yogyakarta terkenal dengan Malioboronya. Kota ini juga menjadi tujuan wisata terbesar kedua setelah Bali.

Selain predikat-predikat itu, status Yogyakarta sebagai Daerah Istimewa juga menarik. Ini berkenaan dengan runutan sejarah Yogyakarta, baik sebelum maupun sesudah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia seperti uraian di atas. Nah itu tadi sejarah singkat Kenapa Jogja disebut daerah istimewa. Menarik kan ?

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Keraton Yogya Berduka, Bagas Korban Tewas saat Glamping Ternyata Fotografer Tundha Yekti

57 tahun lalu

Sekeluarga Tewas di Temanggung, 1 Korban Mahasiswa UGM dan Fotografer Keraton Yogya

57 tahun lalu

Geger! Kakek 83 Tahun Ditemukan Tewas Penuh Luka Dekat Waduk Sermo Kulonprogo

57 tahun lalu

Kecelakaan Mobil Pemudik asal Jakarta Terguling Masuk Sawah di Bantul, 1 Tewas 7 Luka

57 tahun lalu

Bahagia di Hari Raya! 1.381 Napi DIY Dapat Remisi Idul Fitri, 17 Langsung Bebas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal