Kebijakan Pupuk Bersubsidi Tidak Tepat Sasaran, Begini Saran UGM

Kuntadi
Tim Pertanian UGM melihat banyak pupuk bersubsidi yang tidak tepat sasaran. (Foto: doc/iNews.id)

SLEMAN, iNews.id - Kebijakan pupuk bersubsidi untuk menolong petani belum efektif untuk mengatasi permasalahan pertanian. Dalam implementasinya banyak yang tidak tepat sasaran. 

Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mengkaji permasalahan mengenai pupuk bersubsidi. Mulai dari isu kelangkaan pupuk bersubsidi hingga harga yang mahal sampai permasalahan penimbunan. Bahkan dalam praktiknya ada yang nakal mengganti dengan kemasan nonsubsidi. 

“Pupuk bersubsidi banyak diselewengkan sehingga terjadi kebocoran,” kata Jumhari dalam seminar nasional “Mengkaji Ulang Kebijakan Subsidi Pupuk” yang digelar di UC UGM, Senin (18/7/2022). 

Kebijakan pupuk bersubsidi juga banyak yang tidak tepat sasaran. Dalam praktik di lapangan yang menyerap bukan hanya petani. Namun juga oleh pengecer yang tidak jelas kepada siapa distribusinya.  

Menurutnya, dari 100.000 kartu tani sebagai penerima pupuk subsidi hanya 37.000 yang melakukan transaksi. Hal ini dirasakan sangat kecil. Padahal kucuran anggaran yang ada mencapai Rp26 triliun. 

“Tetapi menghentikan subsidi pupuk begitu saja bukanlah jalan keluar yang bijaksana karena petani sudah berpuluh tahun tergantung kepada pupuk pabrikan,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mafia Pupuk Rugikan Negara Rp4,3 Miliar Dibongkar Polisi, 3 Tersangka Ditangkap

57 tahun lalu

Pesan Zainal Arifin Mochtar ke Pelaku Teror: Jangan Jualan Polisi untuk Nakutin Orang

57 tahun lalu

Longsor Susulan Intai Warga Banjarnegara, Ditemukan Rekahan Membentuk Pola Tapal Kuda

57 tahun lalu

Kisah Inspiratif Rizal Galih, Lulus S2 UGM dengan IPK Sempurna dalam Waktu 22 Bulan

57 tahun lalu

Kisah Inspiratif Amanda Eka Lupita Lulusan Termuda S2 UGM, Raih Gelar Master Usia 22 Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal