Kawasan Alun-alun Wates Ditutup Selama PPKM Darurat, PKL Menjerit Tak Bisa Jualan

Kuntadi
Bupati Kulonprogo Sutedjo bersama muspida menutup Alun-alun Wates selama PPKM Darurat ulai 3-20 Juli. (Foto: istimewa)

Sejumlah PKL kebingungan dengan kebijakan ini. Mereka sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustsrian dan disepakati boleh berjualan tetapi dengan konsep dibawa pulang. 

“Kalau kami tutup 20 hari kami harus makan apa,” keluh Ketua Paguyuban PKL “Golek Menir” Alun-Alun Wates, Supangat. 

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulonprogo, Iffah Mufidati mengatakan, pihaknya akan mencari solusi persoalan ini. Pedagang boleh berjualan, namun sementara waktu tidak di seputaran Alun-alun Wataes. 

“Nanti kami akan carikan solusi, termasuk membantu memasarkan secara online,” katanya.  

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hajatan Rakyat di Kulonprogo, Ganjar Pranowo Bangga Jadi Bagian Keistimewaan DIY

57 tahun lalu

Pulang Olahraga di Alun-alun Wates, 4 Pelajar Kulonprogo Dicabuli Pedagang

57 tahun lalu

23 PKL di Jalan Eyckman hingga RSHS Ditata, Lalu Lintas Lebih Lancar

57 tahun lalu

Faried Jayen Pastikan Pemuda Pancasila Bukan Ormas Politik, Kader yang Maju Wajib Didukung

57 tahun lalu

Bupati Majalengka Curhat Susahnya Tertibkan PKL, Bandel Jualan di Alun-alun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal