Kasus Kakak Racun Adik Ipar di Klaten, Pelaku Cemburu Lihat Istri Dibonceng

Saeful Efendi
Jenazah korban saat akan dimakamkan di , Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Klaten, (iNews/Saeful Efendi)

KLATEN, iNews.id - Kasus kematian Hani Dwi Susanti (30) warga Dukuh Panggang Welut, Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah akhirnya mulai terkuak. Pelaku ternyata salah sasaran. Dia sebenarnya hendak meracun suami korban.

Pelaku bernama Sarbini (43) yang juga kakak ipar korban ditangkap polisi di rumah persembunyiannya di daerah Wonogiri usai membunuh Hani Dwi Susanti dengan racun apotas atau racun ikan.

Duduk perkara kasus ini bermula dari cemburu buta pelaku. Sarbini menaruh racun dalam air minum di kulkas untuk membunuh suami korban. Namun aksi pelaku justru salah sasaran. Sebab yang minum justru Hani Dwi Susanti. 

Saat dibawa ke Mapolres Klaten, pelaku yang bekerja sebagai buruh serabutan mengakui perbuatannya. Dia mengungkapkan jika menaruh dendam terhadap suami korban yakni Sigit Nugroh.

Suami korban ini sebelumnya diketahui telah membonceng istri pelaku naik motor tanpa minta izin darinya. Peristiwa ini memicu ketidakharmonisan keluarga pelaku dengan istrinya yang berujung pisang ranjang sejak 4 bulan terakhir.

Akhirnya pelaku yang dibakar api cemburu nekat merencanakan aksi pembunuhan terhadap Sigit. Apalagi suami korban pernah mengancamnya terlebih dahulu.

Selain itu selama ini, keluarga pelaku dan korban yang masih saudara dekat namun bukan sedarah tinggal bertetangga, hanya dipisahkan kebun kosong.

Dalam aksinya, pelaku sengaja menumbuk empat butir apotas atau sejenis racun ikan yang dibelinya di sebuah toko obat pada Minggu (31/10/2021). Kemudian dia masuk melalui pintu samping rumah korban lalu menaburkan racun di sejumlah tempat, mulai  susu bubuk formula milik anak korban hingga ke botol air mineral dalam kulkas. Saat itu rumah korban sepi karena mereka sedang bepergian.

Namun aksi pembunuhan yang direncanakan tersebut ternyata salah sasaran.  Sehari kemudian korban Hani Dwi Susanti yang   meminum air di dalam kulkas merasa ada kejanggalan karena terasa pahit. Tak lama kemudian dia muntah-muntah dan kejang otot. Dia tewas sebelum sempat dibawa ke rumah sakit, Senin (1/11/2021).

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Suami Bunuh Istri di Mamuju Tengah, Anak Ikut Tebas namun Selamat

57 tahun lalu

Dugaan Pembunuhan, Pedagang Cilok Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kontrakan Cikupa

57 tahun lalu

Kronologi Mama Muda Dibunuh-Dibakar Mantan Pacar di Muara Enim gegara Minta iPhone

57 tahun lalu

Mama Muda di Muara Enim Dibunuh Mantan Pacar, Jasad Dibakar lalu Dibuang ke Sungai

57 tahun lalu

Biadab! Remaja di Makassar Perkosa dan Bunuh Bocah 12 Tahun usai Nonton Video Porno

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal