"Banyak orang berkunjung ke Yogyakarta menemui orang tuanya, menemui saudaranya. Beberapa kasus yang terjadi kan karena itu," ujarnya.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih mengatakan lebih dari 80 persen kasus positif di DIY selama sepekan pertama Juli 2020 merupakan kasus impor.
"Di mana kasus tersebut mempunyai riwayat perjalanan dari luar daerah," kata dia.
Anggota Tim Perencanaan Data dan Analisis Gugus Tugas Covid-19 DIY Riris Andono Ahmad mengatakan munculnya kasus impor tidak dapat dicegah selama orang masih diperbolehkan bepergian antarprovinsi. Meski demikian, yang lebih penting dilakukan saat ini mencegah agar kasus itu tidak berlanjut menjadi penularan lokal.
Penemuan kasus-kasus impor itu, ungkapnya justru sebagai indikator bahwa sistem penanganan Covid-19 di DIY sudah berjalan dengan baik.
"Kalau enggak ketemu kan malah jadi penyebab penularan baru di Yogyakarta sehingga yang lebih penting adalah sebisa mungkin menemukan kasus impor dan kalau sudah ketemu langsung diisolasi," ucapnya.