SLEMAN, iNews.id - Sejumlah kendala saat pembelajaran jarak jauh secara online tak hanya dialami siswa sekolah, melainkan juga tenaga kependidikan. Keterbatasan kemampuan menggunakan teknologi membuat guru mengharapkan pelatihan pembelajaran daring diperbanyak.
Hal ini disampaikan guru SMPN 3 Prambanan, Nevi Widyastuti, 52. Guru pengampu mata pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA) ini mengaku tak lagi muda, kemampuan memahami teknologi yang cepat berkembang dia rasa cukup sulit.
"Sudah ada pelatihan dari pengawas Dinas Pendidikan untuk membuat materi pembelajaran daring. Tapi perlu lebih banyak lagi, karena guru seperti kami yang sudah di atas 50 tahun perlu ada bimbingan. Kalau yang muda-muda, lebih lancar," kata Nevi dikutip Harianjogja.com, Selasa (21/7/2020).
Selama belajar jarak jauh, Nevi menggunakan grup aplikasi perpesanan WhatsApp untuk membagikan materi dan tugas kepada siswa di lima kelas jenjang VIII dan IX. Sesekali, dia juga meminta siswa membaca materi dari buku paket siswa. Ketika ingin mengukur pemahaman siswa, dia memberikan mereka penugasan dengan sarana Google Form.
Sebagai pengajar IPA, belajar jarak jauh sungguh memberikan dia tantangan untuk membuat siswanya paham dengan materi yang coba dia jelaskan. Sebab, materi IPA penuh dengan visualisasi, misal gambar organ tubuh hewan. Oleh karena itu, dia sering sampaikan materi lewat video, entah membagikan video dari YouTube maupun memproduksi video sendiri.