KULONPROGO, iNews.id – Kasus kesehatan jiwa di wilayah DIY menduduki peringkat kedua setelah Bali. Setiap tahun kasus ini terus meningkat, khususnya di Kulonprogo dan Gunungkidul.
Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengaku prihatin dengan tingginya kasus gangguan jiwa karena menempatkan Kulonprogo yang tertinggi di DIY.
Hal ini perlu mendapatkan perhatian serius dari agar bisa dilakukan pengobatan dengan fasilitas kesehatan baik rumah sakit atau puskesmas.
“Pasung harus dihindari, penderita harus dibawa ke rumah sakit jiwa,” katanya di sela-sela jambore Kesehatan Jiwa di Alun-alun Wates, Kulonprogo, Minggu (3/11/2019).
Sutedjo mendukung upaya memperkuat sistem kesehatan jiwa yang memadai. Salah satunya dengan keterlibatan masyarakat untuk mengawal kebijakan kesehatan jiwa. Termasuk mendorong kepada desa untuk mengeluarkan regulasi kesehatan jiwa yang lebih komprehensif.