“Mereka yang melakukan kontak erat akan menjalani tes swab agar Covid-19 tidak berkembang,” katanya.
Dengan tracking yang semakin banyak ini, menjadikan sampel yang diperiksa juga semakin meningkat. Setidaknya ada lima laboratorium yang disiagakan untuk melakukan pemeriksaan.
“Jangan pernah sepelekan. Jangan pernah lengah dengan tetap menjaga jarak, memakai masker,” kata Aji.
Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Pemda DIY dalam Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan, ada banyak faktor yang mempengaruhi lonjakan kasus di DIY. Semakin banyak jumlah sampel yang diperiksa, maka hasil positif juga akan lebih banyak.
Sejak akhir Juli, tenaga kesehatan menjadi prioritas dalam pelaksanaan tes swab. Mereka merupakan garda terdepan pelayanan Covid-19, baik di rumah sakit ataupun puskesmas. Dari setiap temuan, akan ditindaklanjuti dengan tracking yang melakukan kontak erat.
“Dulu mungkin dengan RDT dulu, sekarang langsung tes swab dan kontak erat ini lingkarannya diperluas,” katanya.
Pada Selasa (21/7/2020), kasus Covid-19 di DIY bertambah 28 menjadi 465 kasus. Sedangkan pasien sembuh ada 330 dan 13 orang meninggal. Kasus baru ini didominasi warga Bantul dengan 25 kasus temuan dari Bantul dan 3 dari Sleman.