Kasus Antraks di Sleman dan Gunungkidul, Sultan Minta Warga Hentikan Tradisi Brandu

erfan erlin
Ilustrasi vaksinasi antraks untuk hewan sapi ternak. (Foto: Antara)

Berkaitan dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) Antraks di Sleman maupun Gunungkidul, Sultan menilai belum perlu dilakukan. Dia menyebut KLB bisa dilakukan jika kasus bertambah dan korban manusia terjadi penambahan. 

"KLB saya kira belum (perlu), kecuali kalau memang ada dasar berkembang gitu," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) DIY Pembajun Setyaningastutie menyebut jika terpaparnya antraks ke warga Sleman dan Gunungkidul karena tradisi brandu, yaitu menyembelih hewan ternak yang sakit atau mati kemudian membagi-bagikan daging ke tetangga atau saudara untuk kemudian dikonsumsi. 

Diaa mengungkapkan, saat ini ada 53 orang yang suspect antraks. Mereka terdiri atas 23 warga Dusun Kalinongko, Kalurahan Gayamharjo, Kapanewon Prambanan, Sleman dan 30 warga Padukuhan Kayoman, Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul. Seorang warga Kalinongko meninggal dunia. 

"Untuk warga yang meninggal ini belum bisa dipastikan positif antraks. Sebab dia meninggal sebelum diambil sampelnya," katanya di gedung DPRD DIY, Rabu (13/3/2024). 

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Longsor Bukit Clongop, Jalur Penghubung Jateng–DIY Ditutup

57 tahun lalu

Hati-Hati Modus Kejahatan, Penipuan Jual Beli Online Emas Antam Diungkap Polres Gunungkidul

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Kelompok Ritual Zikir di Candi Siwa Prambanan yang Viral di Medsos

57 tahun lalu

Viral Video Ritual Zikir di Candi Siwa Prambanan, Pengelola TWC Minta Maaf

57 tahun lalu

Pohon Tumbang Diterjang Angin Kencang Timpa Becak di Sleman, 2 Orang Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal