Kasus Antraks di Sleman dan Gunungkidul, Sultan Minta Warga Hentikan Tradisi Brandu

erfan erlin
Ilustrasi vaksinasi antraks untuk hewan sapi ternak. (Foto: Antara)

YOGYAKARTA, iNews.id - Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta warga untuk menghentikan tradisi brandu (memotong hewan ternak sakit atau mati dan membagi-bagikan dagingnya) usai kasus antraks kembali muncul bahkan diduga menyebabkan korban jiwa. Dia mengaku heran dengan peternak yang tidak paham dengan kondisi kesehatan sapi ternaknya.

"Makanya itu saya tu herannya di situ. Mosok peternak sapi gak paham kalau sapinya nglentruk (lesu), diam saja lemas tidak curiga, kan ndak mungkin," ujar Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (14/3/2024). 

Seharusnya, ternak yang sakit tersebut diobati dan yang mati jangan lantas dipotong. Warga harus menghentikan tradisi yang berulang memicu munculnya antraks ini.

"Mestinya ya (ternak yang sakit) diobati, tapi jangan (kalau) mati malah dipotong. Gitu lho," katanya.

Sultan pun telah meminta kepada dinas kesehatan (dinkes) dan dinas pertanian untuk serius menangani masalah antraks di DIY. Kedua dinas ini diminta agar mencegah penyebaran semakin meluas. 

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Longsor Bukit Clongop, Jalur Penghubung Jateng–DIY Ditutup

57 tahun lalu

Hati-Hati Modus Kejahatan, Penipuan Jual Beli Online Emas Antam Diungkap Polres Gunungkidul

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Kelompok Ritual Zikir di Candi Siwa Prambanan yang Viral di Medsos

57 tahun lalu

Viral Video Ritual Zikir di Candi Siwa Prambanan, Pengelola TWC Minta Maaf

57 tahun lalu

Pohon Tumbang Diterjang Angin Kencang Timpa Becak di Sleman, 2 Orang Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal