Kampanye Batik, Pemda DIY Gelar Jogja Membatik Dunia di 10 Negara

erfan erlin
Permaisuri Keraton Yogyakarta GKR Hemas membatik dalam rangkaian Jogja Membatik Dunia. (foto: istimewa)

Direktur Diplomasi Publik Kemenlu Ani Nigeriawati mengatakan UNESCO menyebut, batik merupakan living art yang menunjukkan fungsi dan berdampak bagi kehidupan orang. Di Indonesia seorang ibu memanfaatkan kain batik untuk menggendong anaknya, ritual budaya dan juga sebagai komoditas ekonomi guna mendukung pemberdayaan kaum perempuan.

“Batik merupakan seni dan budaya yang melekat dengan identitas bangsa Indonesia,” katanya.

Menurutnya, UNESCO telah menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi pada tahun 2009. Generasi muda harus semakin bangga menggunakan dan memanfaatkan batik. 

"Setiap pertemuan di tingkat Internasional saya selalu mempromosikan keindahan batik," ujarnya. 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dukung Rumah Kreatif Cahayo Laut, PT Nusa Wana Raya Beri Bantuan Alat Membatik

57 tahun lalu

Dekranasda Sumsel Sukses Raih Berbagai Prestasi di HUT ke-44 Dekranas

57 tahun lalu

Keren, Pemuda Anak Buruh Harian Lepas asal Purwakarta Dinobatkan Jadi Putra Batik Indonesia 2023

57 tahun lalu

KUR BRI dan Perjuangan Nur Kholis Selamatkan Tradisi 

57 tahun lalu

Pemda DIY Dorong Seluruh Kampus di Jogja Ramah Perempuan dan Anak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal