Panjang layangan jenis ini bervariasi, ada yang dua hingga empat meter. Layangan ini seperti layangan pada umumnya terbuat dari bambu, tetapi dibentuk menyerupai kapal terbang dengan dua bagian utama yaitu bagian sayap depan dan sayap belakang. Di bagian ujung di depannya dibuat segitiga lancip.
Dibantu tetangganya, Kardi, Wakirin lantas membuat pesanan layangan bapangan. Dia membuat rangka dari bambu. Sementara Kardi mengerjakan pemasangan sampul. Setelah jadi dan diberikan kepada pemesan, ternyata layangan buatan mereka disenangi. Si pemesan lantas menginformasikan hal ini kepada rekan-rekannya sesama pecinta layangan. Dan setelah itu, Wakirin kebanjiran pesanan.
Dalam sehari, Wakirin bersama rekannya bisa menyelesaikan lima layangan ukuran besat dan tiga layangan ukuran kecil. Pesanan itu tak hanya datang dari warga sekitar, tapi juga luar Kulonprogo. Bahkan dia mengaku cukup kewalahan, terlebih jika ada pemesanan yang sudah tidak sabar dengan hasil buatannya.
"Ada yang sampai nungguin saya di rumah, biasanya itu yang pengen layangannya cepat jadi," ujarnya.
Layangan bapangan karya Wakirin dibanderol dengan harga yang bervariasi tergantung ukuran. Paling murah adalah layangan berukuran dua meter, yang dipatok dengan harga Rp50.000. Sedangkan untuk ukuran di atasnya berkisar Rp100.000 sampai dengan Rp150.000.