“Dengan hadirnya galeri UMKM di Bandara YIA, bisa menjadi solusi akses pemasaran produk UMKM,” katanya.
Sementara Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X mengatakan, saat ini tradisi bisnis sudah mulai bergeser dari konvensional ke era digital. Perdagangan tidak hanya dilakukan tatap muka antara penjual dan pembeli.
“Karena itu harapan kami pemasaran di dunia maya bisa berkembang, termasuk meningkatkan ekspor unggulan,” ujar Sultan.
Diakuinya, maju dan mundurnya UMKM tergantung kemauan para pelaku usaha. Jika mereka mau tumbuh kreatif dan inovatif, tentu akan mengikuti pasar. Bahkan bisa naik kelas. Namun jika tidak, maka dapat tergerus perkembangan zaman.
“Dengan adanya fasilitasi jualan di bandara airport, maka nanti kami arahkan untuk pangsa ekspor,” ucapnya.
Sementara Dirut PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, keberadaan bandara harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya bagi perkembangan UMKM yang ada di DIY.
Dengan dibukanya Bandara YIA, pelaku UMKM bisa menikmati gerai yang sudah disiapkan di terminal domestik. “Areanya cukup luas dan bisa untuk menjual produk UMKM,” kata Fahmi.