Awal mulanya di Bukit Hargodumilah ini hanya ada bangunan yang berfungsi sebagai tempat istirahat orang yang melintas. Bangunan dari beton yang memanjang ini berdiri pada tahun 2004.
Lalu pada tahun 2006 terjadi bencana Gempa Bantul yang merusak permukiman penduduk. Penduduk yang terdampak bencana gempa mendirikan bangunan di atas bukit ini.
Semakin hari semakin banyak bangunan yang berdiri. Warga mulai membuka usaha di antaranya mendirikan warung/kedai kopi di tempat ini. Semula bukit yang sepi ini kini berubah menjadi tempat wisata malam yang ramai.
Tokoh masyarakat di Bukit Bintang, Aris Sariyanto (63) mengatakan, keberadaan bukit Bintang kini menjadi sumber utama mata pencaharian warga Dusun Tambalan. Perekonomian warga ditopang oleh bisnis di Bulit Bintang ini.
Kendati demikian, dia mengakui untuk harga kuliner yang ditawarkan memang sedikit lebih mahal ketimbang tempat lain. Karena menurutnya karakter Bukit Bintang memang berbeda dengan tempat wisata lain.