Hanya Tampilkan Visi Misi Paslon No Urut 3, Netralitas KPU Sleman Dipertanyakan

Ainun Najib
Priyo Setyawan
Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto : iNews.id/Priyo Setyawan)

SLEMAN, iNews.id - Video sosialisasi visi misi dan program pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman yang diunggah KPU Sleman di akun Twitter @KPUSleman, Jumat (13/11), pukul 13.00 WIB ramai dibicarakan. Video tersebut hanya menampilkan visi misi dan program pasangan nomor tiga Kustini-Danang Maharsa.

Setelah banyak disoal, KPU Sleman menghapus konten tersebut pada pukul 04.25 WIB, Sabtu (14/11).

Jogja Corruption Watch (JCW) menyayangkan adanya status dan video yang hanya menayangkan visi misi paslon nomor urut 3 saja sementara calon yang lain tidak ditampilkan sama sekali.

"KPU Sleman harus segera menjelaskan kepada publik perihal tersebut secara transparan, akuntabel dan profesional. Siapa pun pihak yang sengaja menampilkan status dan video tersebut, harus diberi sanksi tegas. Ini penting guna menjaga marwah netralitas dan integritas KPU Sleman sebagai penyelenggara pemilu," kata aktivis JCW Baharudin Kamba dalam rilisnya yang diterima iNews.id, Sabtu (14/11/2020).

Kamba juga mendesak Bawaslu Kabupaten Sleman dan Bawaslu Provinsi DIY turun tangan untuk mengusut tuntas atas kasus ini. "Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) Republik Indonesia juga dapat berperan aktif dalam mengusut tuntas adanya status dan video di akun Twitter @KPUSleman ini," ujarnya.

Sementara itu Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi mengakui jika akun twitter tersebut memang akun resmi KPU Sleman. Meski begitu Trapsi membantah KPU Sleman sengaja hanya mengungah visi misi paslon tertentu. Sebab KPU Sleman tetap berkomitmen memamang transparansi, independen dan integritas dalam penyelenggaraan Pilkada.

Menurutnya mengapa hanya satu paslon yang diunggah, karena penanyanganan tidak utuh yaitu hanya dibagian akhir. Sebab di dua akun KPU lainnya, yakni di Instagram (IG) dan Youtube visi misi semua paslon ada. Unggahan sendiri berdurasi 3 menit 40 detik. Sedangkan yang di akun twitter hanya bagian akhir, sehingga yang muncul hanya paslon No 3.

"KPU Sleman akan segera menelusuri konten yang tidak terunggah secara utuh dengan melibatkan pihak yang berkompeten dalam informasi teknologi. KPU meminta maaf atas ketidaknyamanannya ini kepada masyarakat," kata Trapsi, Sabtu (14/11/2020) sore.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Pemeras Pejabat Bawaslu Empat Lawang Ditangkap, Modus Sebarkan Berita Bohong

57 tahun lalu

Viral Video Penangkapan 2 Oknum LSM Pemeras Pejabat Bawaslu Empat Lawang, 1 Ditembak

57 tahun lalu

DKPP Sidangkan Komisioner Bawaslu Tulang Bawang Barat, Diduga Tutupi Laporan Politik Uang

57 tahun lalu

Dipecat DKPP, Ketua KPU Jabar Ummi Wahyuni Siap Ajukan Banding

57 tahun lalu

Demo di Bawaslu Kolaka Ricuh, Bibir Polisi Robek dan Gigi Goyang Terkena Lemparan Batu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal