Dikatakan Paulo, rasa syukur dan sukacita umat sangat dirasakan dalam penyelenggaraan misa ini. Sebab hampir empat bulan Gereja Santa Theresia Brosot ditutup untuk kegiatan peribadatan.
Seorang jemaat gereja, Fransisca Irmina Martini mengaku senang bisa mengikuti misa ini, setelah beberapa waktu hanya melalui online. Walaupun ada sejumlah tatanan baru yang harus disesuaikan, dia tak mempersoalkan hal itu.
"Yang pasti sangat gembira bisa mengikuti Misa ini. Kami sudah rindu beribadah bersama kaya begini," ucapnya.
Selain Gereja Santa Theresia Brosot, Gereja Kristen Jawa (GKJ) Temon yang berlokasi di Dusun Temon Kulon, Kalurahan Temon, Kapanewon Temon sebelumnya juga telah menggelar peribadatan setelah hampir empat bulan ditutup karena pandemi Covid-19. Dalam pelaksanaannya, pengurus gereja juga menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona.
Sebelum mengikuti ritus, jemaat diwajibkan memakai masker dan mencuci tangan di westafel yang terpasang di sebelah gerbang masuk GKJ Temon. Setelah itu dilanjutkan pengecekan suhu tubuh menggunakan termogun.