“Kalau untuk wisata memang sudah ditutup sejak Covid-19,” ujar Jaka.
Meski ombak cukup besar, tidak membuat warga takut. Mereka yakin gelombang besar merupakan fenomena alam. Kondisi seperti ini terjadi setiap tahun, dan akan segera mereda.
“Kalau khawatir tidak, tetapi kita tetap waspada mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Mulyono warga Trisik.
Sementara itu di Pantai Bugel, Panjatan, ketinggian ombak mencapai 6 meter. Air pasang sempat naik ke pantai meski hanya sekitar 15 meter saja. Namun kondisi ini menyebabkan bibir pantai menjadi curam. Warga melihat sebagai kejadian biasa, dan ada kalanya Pantai Bugel kembali landai.
“Tahun lalu malah lebih besar, ini besar tetapi belum sampai mengenai warung,” ujar Yuli pedagang di Pantai Bugel.
Sementara itu bagi nelayan, mereka memilih untuk beristirahat. Perahunya sudah ditambatkan menjauh dari bibir pantai. Mereka memilih mengurus lahan pertanian yang sudah memasuki masa panen cabai.
“Kalau melaut itu bahaya, kita harus tunggu mereda,” ujar salah seorang nelayan Rusijan.