Gegara Minyak, AS Ancam Batalkan Kirim Rudal Patriot ke Arab Saudi

Anton Suhartono
Rudal Patriot, salah satu alat pertahanan anti-pesawat dan anti-rudal produksi Amerika Serikat (foto: Army Technology)

Para pemimpin militer AS yang menentang rencana perubahan ini beralasan jika hal itu sangat berisiko. Tak mengikutkan negara yang telah puluuhan tahun menjadi sekutu utama AS, termasuk membatalkan pengadaan rudal Patriot serta peralatan militer lainnya, sangat membahayakan pasukan serta warganya yang berada di Timur Tengah.

Tak hanya itu, dengan meninggalkan Arab Saudi sama saja merusak stabilitas di seluruh kawasan. Hingga saat ini belum ada keputusan final yang diambil AS. 

Amerika Serikat sebelumnya mendesak Arab Saudi untuk meningkatkan produksi minyak. AS beralasan jika harga minyak yang rendah akan merugikan Rusia sehingga akan mempersulit negara itu dalam membiayai operasi militernya di Ukraina. 

Namun, kelompok OPEC+ yang juga mencakup Rusia justru mengumumkan sebaliknya. Mereka akan mengurangi produksi minyak 2 juta barel per hari mulai November.

Presiden AS Joe Biden mengungkapkan kemarahannya dengan mengatakan ada konsekuensi bagi Arab Saudi. Saat ditanya oleh CNN apakah sudah waktunya bagi AS untuk mengevaluasi kembali hubungannya dengan Saudi, Joe Biden menjawab tegas, "iya.”

Sementara Arab Saudi menyebut pengurangan produksi minyak adalah keputusan bulat yang diambil anggota OPEC+ demi alasan ekonomi.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pria di Malang Kirim Pekerja Migran Ilegal Bertahun-tahun, Korban Disiksa di Arab Saudi

57 tahun lalu

Visa Petugas Haji Dibatalkan, Embarkasi Medan Pastikan Pelayanan Jemaah Tak Terganggu

57 tahun lalu

Demo di Surabaya Bakar Patung Baal, Protes Serangan AS-Israel ke Iran

57 tahun lalu

Wisatawan Arab Saudi Tewas usai Jetski Terbalik Diterjang Ombak di Palabuhanratu

57 tahun lalu

Wisatawan AS Terpeleset di Tangga Atuh Beach Nusa Penida, Jatuh Sejauh 5 Meter

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal