Pantauan Stasiun Klimatologi Mlati, kabut radiasi ini sudah terpantau dalam dua hari terakhir. Kejadian ini pun merupakan hal wajar yang terjadi saat musim kemarau.
Etik memastikan, kabut radiasi ini tidak berbahaya bagi kesehatan. Masyarakat hanya diminta untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam berkendaraan. Sebab kabut ini menjadi jarak pandang sangat pendek karena tertutup kabut.
"Jarak pandangnya terbatas, sehingga harus hati-hati," ujarnya.
Salah seorang warga, Ahzatun mengatakan saat subuh pagi, kabut sangat tebal. Jarak pandangan hanya beberapa meter saja. Dia mengira, kabut ini adalah hujan abu dampak aktivitas Gunung Merapi.
"Saya kira ini hujan abu, karena tebal. Tetapi tidak bau belerang," katanya.