Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih dipertahankan pada level 3 atau Siaga. Masyarakat juga diimbau tetap mewaspadai ancaman semburan awan panas dengan tidak melakukam aktivitas apa pun dalam radius 5 hingga 7 kilometer dari atas puncak. Selain itu, mewaspadai terjadinya banjir lahar apabila puncak Gunung Merapi diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Makwan mengatakan, telah membuat rencana kontinjensi dampak erupsi ini dengan jarak sejauh 9 kilometer dari kawah Gunung Merapi.
Dengan begitu, maka ada tujuh kelurahan yang masuk dalam radius tersebut, diantaranya Glagaharjo, Kepuharjo, Umbulharjo di Kapanewon (Kecamatan) Cangkringan, Kelurahan Purwobinangun, Hargobinangun di Kapanewon Pakem serta Kelurahan Girikerto dan Wonokerto di Kapanewon Turi.
"Kalau BPTTKG sudah menyampaikan bahayanya 9 kilometer, maka kami sudah punya skenario tujuh desa teratas ini akan dilakukan evakuasi. Tapi selama itu belum, maka belum kami lakukan evakuasi," katanya.
Dia mengatakan, BPBD Sleman telah menyiapkan sebanyak 32 titik pengungsian. Setiap padukuhan yang ada di tujuh kelurahan teratas juga telah dibekali SOP terkait skenario evakuasi jika terjadi hal yang membahayakan warga.