Diwarnai Adu Mulut, 6 Kios Pedagang Depan Stasiun Wates Dibongkar Satpol PP

Kuntadi
Petugas Satpol PP dan pendamping pedagang berdebat sebelum lapan PKL dibongkar. (Foto: kuntadi)

Kuasa hukum pedagang dari LBH Yogyakarta, Faisal Saidi mengatakan Satpol PP tidak memiliki dasar hukum yang pasti dalam melakukan penggusuran. Bahkan PT KAI sama sekali tidak ada yang datang. 

“Kami sudah minta agar PT KAI didatangkan. Kami akan diskusi lagi untuk menentukan rencana tindak lanjut ke depan,”ujarnya. 

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum, Satpol PP Kulonprogo, Alif Romdhoni mengatakan, penertiban kios dilakukan sesuai surat perintah Bupati Kulonprogo dan surat permohonan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pedagang sudah diberi kesempatan untuk membongkar kiosnya namun urung dilakukan hingga pembongkaran berlangsung pada hari ini. 

"Apa yang kami lakukan tidak keluar koridor hukum. Ketika permintaan sudah dilakukan, sehingga upaya-upaya yang sudah dilakukan oleh PT KAI, Dinas Perdagangan hak-haknya,” katanya. 

Manager Humas PT KAI Daop 6, Supriyanto mengatakan, pembongkaran kios untuk menata kawasan stasiun. PT KAI juga telah memberikan solusi dengan menyediakan kios dengan syarat dan ketentuan sewa bagi mereka. 

"Pedagang sudah kami berikan solusi tapi sampai akhir ini tidak ada titik temu sehingga sudah menjadi kewenangan pemkab," kata Supriyanto. 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jadi Penyebab Kemacetan, Puluhan Lapak PKL di Jalan Raya Balaraja Dibongkar Paksa

57 tahun lalu

Kebakaran di Gang Dalem Kaum Kota Bandung, Barang PKL Ludes

57 tahun lalu

7 Perjalanan Kereta Terlambat Imbas KA Taksaka Tabrak Truk Molen di Bantul

57 tahun lalu

Penembak Mahasiswa di Bawaslu Lampung Ditangkap saat Bersama Teman Wanita di Penginapan

57 tahun lalu

KAI Daop 2 Bandung Selidiki Penyebab Tabrakan Kereta di Cicalengka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal