Ngadikem mengaku harus mencari air ke sungai yang jaraknya lumayan jauh untuk keperluan mandi, mencuci dan memasak. “Ini (bantuan air) sangat membantu warga, terima kasih Perindo,” ujar Ngadikem.
Kepala Dukuh Banaran, Taufik mengakui tiap musim kemarau warga sangat sulit sekali untuk mendapatkan air bersih. Kebutuhan sehari-hari khususnya untuk memasak warga harus mengambil dari desa sebelah. “Sebagian warga uga membuat sumur di tepi sungai, untuk mendapatkan air,” ucapnya.
Rencananya, bantuan air bersih dair Partai Perindo juga akan didistribusikan di beberapa kecamatan lain di Kulonprogo dan Gunungkidul yang kesulitan air bersih.
Dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, DPD Perindo Kulonprogo menargetkan lima kursi untuk DPRD Kulonprogo, dan satu kursi di DPRD DIY. Mereka terus melakukan konsolidasi internal dan melakukan aksi nyata di masyarakat.