Dimediasi Disdik Sleman, SD Ini Mengaku Salah dan Minta Maaf

erfan erlin
Disdik Sleman melakukan mediasi antara salah satu orang tua siswa dengan pihak SD Purwomartani. (Foto : Ist)

SLEMAN, iNews.id- Salah satu orang tua siswa di SD Purwomartani Kapanewon Kalasan Sleman berinisial D mengaku mendapat intimidasi dari pihak sekolah dan komite sekolah. Ini terjadi usai dirinya mempertanyakan proposal pembangunan senilai Rp 300 juta di WA Group sekolah.

Pihak sekolah menganggap D telah melakukan pencemaran nama baik sehingga dua kali melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan. Hal ini membuat dia tertekan.

Namun persoalan tersebut telah selesai usai Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman melakukan mediasi  mempertemukan pihak SD Negeri Purwomartani dengan wali siswa berinisial D tersebut. Mediasi ini juga disaksikan oleh Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Yogyakarta (AMPPY).

Dalam mediasi yang berlangsung di ruang rapat Kepala Disdik Sleman itu, pihak sekolah mengakui kesalahan mereka. Dan mereka menjamin tidak akan ada intimidasi terhadap D.

Pj Kepala SD N Purwomartani, Lasini meminta semua pihak menyimak apa yang dijabarkan di dalam proposal. Program yang ada dalam proposal merupakan program usulan dari komite sekolah. Pihaknya menyetujui sikap baik Komite karena demi kemajuan sekolah 

"Saya kepala sekolah di SD N Purwomartani sejak 1 Juni 2022 dan itu program komite," ujar dia. 

Lasini menambahkan, D bisa mengantar sekolah putra-putrinya dengan aman. Saat Kepala Disdik Sleman telah menjamin tak ada intimidasi maupun perbedaan perlakuan bagi D, sekolah juga akan menjamin hal yang sama. 

Dia berjanji perlakuan terhadap anak D akan sama dengan siswa yang lain. Pihaknya mengakui kesalahan tersebut dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

"Kalau kami dianggap telah melakukan kesalahan, oke kami bisa terima. Kami mohon maaf dan ke depan InsyaAllah kami tidak akan mengulangi," kata dia.

Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Yogyakarta (AMPPY) Yuliani menyatakan, pertemuan pagi itu hanya sebagai langkah klarifikasi dari dua belah pihak. Pihaknya selaku pendamping wali murid yang jadi korban intimidasi belum mau menandatangani kesepakatan. "Saya belum tanda tangani karena saya masih punya dua tuntutan,"kata dia.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ayah Korban Oknum Kiai Cabul di Pati Diintimidasi Ormas, Dipaksa Cabut Laporan

57 tahun lalu

Kajari Karo dan Kasi Pidsus Diklarifikasi Dugaan Intimidasi Amsal Sitepu, Singgung Brownies

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Kelompok Ritual Zikir di Candi Siwa Prambanan yang Viral di Medsos

57 tahun lalu

Viral Video Ritual Zikir di Candi Siwa Prambanan, Pengelola TWC Minta Maaf

57 tahun lalu

Viral! Ketua Komisi II DPRD Gorontalo Diintimidasi saat Sidak Tambang Emas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal