Di Persidangan, Irjen Napoleon Bonaparte Sebut Nama Kabareskrim dan Azis Syamsuddin

Okezone
Arie Dwi Satrio
Irjen Napoleon Bonaparte. (Foto : Antara)

Napoleon sempat kaget ketika mendengar cerita Tommy. Sebab, Tommy menyeret-nyeret nama Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo. Bahkan, kata Napoleon, Tommy menawarkan diri untuk menelepon Kabareskrim saat itu.

"Lalu dia bercerita, terdakwa yang mengatakan, ini bukan bahasa saya, tapi bahasa terdakwa pada saya, menceritakan kedekatan beliau, bahwa ke tempat saya ini sudah atas restu Kabareskrim polri. Apa perlu telepon beliau? Saya bilang tidak usah," katanya.

Napoleon lanjut bercerita, dirinya sedikit yakin dengan cerita Tommy saat itu, lantaran Tommy bisa membawa orang sekelas Brigjen Prasetijo Utomo bersamanya.

"Saya bilang Kabareskrim itu junior saya, tidak perlu. Tapi saya yakin bahwa kalau seorang Brigjen Pol Prasetijo Utomo dari Bareskrim dibawa ke ruangan saya, ini pasti ada benarnya," kata Napoleon.

Meski demikian, Napoleon masih sempat mencurigai gerak-gerik Tommy saat itu. Tak lama setelah itu, lanjut Napoleon, Tommy pun menelepon seseorang. Kali ini, kata Napoleon, Tommy menelepon Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. Telepon Tommy pun sempat diserahkan ke Napoleon.

"Terdakwa menelpon seseorang. Setelah sambung, terdakwa seperti ingin memberikan teleponnya pada saya. Saya bilang siapa yang anda telepon mau disambungkan pada saya? Terdakwa mengatakan Bang Ajis, Ajis siapa? Azis syamsuddin. Oh wakil ketua DPR RI? Ya. Karena dulu waktu masih pamen saya pernah mengenal beliau, jadi saya sambung, Asalamualaikum, selamat siang Pak Ajis, eh bang apa kabar. Baik," katanya.

Dalam pembicaraan antara Napoleon dengan Azis Syamnsuddin, dirinya sempat meminta arahan terkait kedatangan Tommy Sumardi ke ruangannya.

"Ini di hadapan saya ada datang Pak Haji Tommy Sumardi. Dengan maksud tujuan ingin mengecek status red notice. Mohon petunjuk dan arahan pak. Silahkan saja, pak Napoleon. Baik. Kemudian telepon ditutup, saya serahkan kembali. Menggunakan nomor hape terdakwa," kata Napoleon sambil menirukan perbincangan tersebut.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bareskrim Kesulitan Tangkap Gembong Narkoba Fredy Pratama, Sering Berpindah Tempat

57 tahun lalu

Red Notice Riza Chalid, Kejagung: Informasi NCB Indonesia Sudah Diteruskan ke Lyon Prancis

57 tahun lalu

Polda Jatim Perpanjang Red Notice Tersangka Penipuan WNA Australia 

57 tahun lalu

Sosok Kapolres Malang yang Baru AKBP Putu Kholis, Pernah dari Ajudan Wakapolri

57 tahun lalu

Terbukti Aniaya M Kace, Irjen Napoleon Bonaparte Divonis 5 Bulan 15 Hari

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal