Dalam penggeledahan itu, kata Bambang, petugas Densus mengamankan beberapa buku dan flashdisk. “Ada flasdisk, dan buku. Tapi buku apa saya kurang tahu,” ucapnya.
Penangkapan MZ mengagetkan warga setempat. Selama ini, MZ dikenal ramah dan baik dengan warga. MZ diketahui bukana sli warga Dukuh Kadisono. Terduga teroris itu warga pendatang, namun sudah 25 tahun tinggal dan menetap di dukuh tersebut. “Ya, dia membeli tanah dan membangun rumah di situ,” tutur Bambang.
Setiap pekan, MZ sering membaur dengan warga untuk sekadar bekerja bakti dan gowes bareng. “Kehidupan sosial juga biasa dengan masyarakat,” ucapnya.
Selama proses penggeledahan, ujar Bambang, keluarganya cukup kooperatif. Saat itu banyak petugas berpakaian preman dengan mengenakan pakaian preman dan menggunakan sebo. Tidak ada petugas yang membawa senjata taja. “Katanya diamankan, tetapi di mana kita tidak tahu,” ujarnya.
Kabid Humas Polda DIY, Kombespol Yulianto mengatakan belum bisa memberikan keterangan. Dia masih harus melakukan pengecekan dulu. “Saya cek dulu, beberapa saya hubungi belum bisa,” katanya.