Dampak Pandemi Covid-19, Pedagang Bunga Tabur Keluhkan Sepinya Penjualan

Budi Utomo
Pedagang bunga tabur musiman yang ada di depan Pasar Wates, Jumat (25/3/2022). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

Pedagang yang lain Kasmiyatun mengatakan, keuntungan yang diperoleh saat ini sangat sedikit. Dia tidak mau banyak menyetok bunga karena takut tidak laku. 

“Saat ramai yang lumayan, kalau sepi satu boncot (kemasan keranjang) saja susah,” katanya. 

Seorang pembeli Siti Nurhayati mengatakan, keluarganya masih melaksanakan tradisi nyadran dengan berziarah ke makam leluhur. Biasanya dia membeli bunga mawar putih, merah dan kenanga.  

“Biasanya keluarga dari luar kota pada pulang, tetapi sejak pandemi sudah tidak ada yang mudik,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Longsor di Kulonprogo, 4 Rumah Rusak dan Sejumlah Jalan Tertutup

57 tahun lalu

Hujan Deras, Tebing Longsor di Kulonprogo Terjang Rumah Warga

57 tahun lalu

Ramaikan Nyadran, Sound Horeg Senilai Rp75 Juta Tenggelam ke Sungai di Sidoarjo

57 tahun lalu

Kisah Pilu Siswi SD di Kulonprogo, Sekolah Sambil Momong Adik karena Ibunda Derita Kanker

57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Tebing Longsor di Kulonprogo Timpa Rumah Warga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal