Dampak Pandemi Covid-19, Pedagang Bunga Tabur Keluhkan Sepinya Penjualan

Budi Utomo
Pedagang bunga tabur musiman yang ada di depan Pasar Wates, Jumat (25/3/2022). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id - Sejumlah pedagang bunga tabur di Kabupaten Kulonprogo mengeluhkan sepinya penjualan selama bulan Syakban. Meski tradisi Nyadran atau ziarah kubur masih ada, namun daya beli masyarakat turun. 

Salah seorang pedagang Susilowati mengatakan, setiap tahun dirinya menjadi pedagang bunga tabur musiman pada bulan Syakban menjelan Ramadan. Sebelum pandemi Covid-19 setiap harinya bisa menjual puluhan kilogram bunga. Biasanya dia menjual 30 kilogram dari setiap jenis bunga. Sedangkan tahun ini hanya 10 kilogram itupun tidak habis. 

“Turunnya mencapai 75 persen. Sekarang yang beli sedikit,” kata Susilowati. 

Sebelum pandemi dia bisa mendapatkan omzet sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta. Namun tahun ini hanya sekitar Rp1 juta. Itupun banyak bunga yang terpaksa dijual murah karena sudah layu dan tidak laku. 
 
”Yang penting sekarang kembali modal sudah senang, karena memang daya beli masyarakat turun,” katanya yang sudah 30 tahun jadi pedagang bunga tabur musiman.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Longsor di Kulonprogo, 4 Rumah Rusak dan Sejumlah Jalan Tertutup

57 tahun lalu

Hujan Deras, Tebing Longsor di Kulonprogo Terjang Rumah Warga

57 tahun lalu

Ramaikan Nyadran, Sound Horeg Senilai Rp75 Juta Tenggelam ke Sungai di Sidoarjo

57 tahun lalu

Kisah Pilu Siswi SD di Kulonprogo, Sekolah Sambil Momong Adik karena Ibunda Derita Kanker

57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Tebing Longsor di Kulonprogo Timpa Rumah Warga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal