Cerita Ki Ageng Sela, Memilih Jadi Petani yang Menurunkan Raja-Raja Mataram dan Yogyakarta

Solichan Arif
Salah satu peninggalan mataram kuno. (Foto: storymap).

Ki Ageng Sela menempuh jalan zuhud, yakni tidak lagi mementingkan harta benda dunia. Hasil bercocok tanamnya ia bagi-bagikan kepada tetangga yang membutuhkan.

"Kesukaan Ki Ageng Sela ialah bertapa di hutan, gua, gunung, sambil bertani menggarap sawah," tulis Martin Moentadhim S.M dalam buku  “Pajang, Pergolakan Spiritual, Politik & Budaya”.  

Dalam setiap tapanya, Ki Ageng Sela selalu memohon kepada Tuhan agar keturunannya kelak bisa menjadi raja-raja besar yang menguasai seluruh Jawa.

Saat itu, dia tengah bertapa di barat daya wilayah Tarub, di sebuah hutan bernama Renceh. Ki Ageng berada di sebuah gubuk. Sedangkan Jaka Tingkir, muridnya berada di batu lompatan.

Tapa berlangsung tujuh hari tujuh malam. Pada suatu malam ia mendapat isyarah atau jawaban yang datang melalui mimpi.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Demo Mahasiswa di Kantor Gubernur NTB Ricuh, 3 Orang Dilarikan ke RS

57 tahun lalu

Info Loker Jogja Terbaru 2026: Peluang Terbuka di Sektor Jasa, Gaji Sesuai UMK

57 tahun lalu

Puncak Arus Balik Lebaran di Stasiun Tugu, Ribuan Pemudik Tinggalkan Yogyakarta

57 tahun lalu

Polda Jabar Siapkan Mudik Gratis Lebaran ke Solo dan Yogyakarta

57 tahun lalu

Perbaikan Tanggul Sungai Tuntang Dikebut, Truk Dilarang Melintas Jalur Gubug

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal