Cerita Ki Ageng Sela, Memilih Jadi Petani yang Menurunkan Raja-Raja Mataram dan Yogyakarta

Solichan Arif
Salah satu peninggalan mataram kuno. (Foto: storymap).

Saat Demak membuka pendaftaran prajurit tamtama, Ki Ageng Sela turut mendaftar. Salah satu syarat dalam seleksi, pendaftar berani diadu melawan seekor banteng liar. Ki Ageng Sela menyanggupi. Angan-angannya menjadi tamtama sudah mengeras dan tak bisa dihalangi.

Di sebuah gelanggang pertarungan, Ki Ageng Sela berduel dengan banteng liar. Dia tidak butuh waktu lama untuk menyudahi pertarungan.

Pukulannya membuat banteng liar itu kelenger sekaligus tewas seketika. Namun dia merasa ngeri melihat darah yang muncrat dari luka si banteng. “Akibatnya, Sultan menolaknya masuk ketentaraan Demak,” tulis Martin Moentadhim S.M.

Ki Ageng Sela masygul. Harapannya menjadi prajurit Tamtama Demak, kandas. Dia yang kecewa berat merasa sakit hati.

Diceritakan dalam kisah babad, Ki Ageng Sela sempat mengamuk, namun kalah dan akhirnya memutuskan pulang ke Desa Selo (sekarang Kabupaten Boyolali), tempat kelahirannya.  

Gagal menjadi tentara, Ki Ageng Sela banting stir menjadi petani sekaligus guru spiritual. Dia menyukai laku bertapa, menyendiri di tempat-tempat sepi.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Demo Mahasiswa di Kantor Gubernur NTB Ricuh, 3 Orang Dilarikan ke RS

57 tahun lalu

Info Loker Jogja Terbaru 2026: Peluang Terbuka di Sektor Jasa, Gaji Sesuai UMK

57 tahun lalu

Puncak Arus Balik Lebaran di Stasiun Tugu, Ribuan Pemudik Tinggalkan Yogyakarta

57 tahun lalu

Polda Jabar Siapkan Mudik Gratis Lebaran ke Solo dan Yogyakarta

57 tahun lalu

Perbaikan Tanggul Sungai Tuntang Dikebut, Truk Dilarang Melintas Jalur Gubug

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal