BMKG: Gempa Akan Terus Terjadi karena Lempeng Bumi Aktif

erfan erlin
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati. (Foto: Istimewa).

"Nah ini kan lengkung ini, yang lengkung ini patah ya yang kontak numbuk ini patah ke atas gitu. Nah waktu patah itu energinya yang tadinya terakumulasi saat numbuk ini kan terakumulasi energi enggak bisa keluar, tapi begitu ada patah ada celah untuk keluar maka dirasakan sebagai gelombang gempa," katanya.

Dia membandingkan pada 2006, sebenarnya episentrum sedikit lebih besar, namun karena pusat gempa di tengah laut dengan kedalaman 67 kilometer dampaknya tidak seperti gempa magnitudo 5,9 Tahun 2006. Kala itu pusat gempa berada di daratan dan kedalamannya hanya 12 kilometer

"Jadi kurang lebih magnitudonya sama hanya posisinya yang di darat dan di laut itu. Dan tidak cukup untuk membangkitkan tsunami, kekuatan enam itu belum cukup untuk membangkitkan tsunami meskipun patahannya naik," ucapnya.

Selain itu, disampaikan zona gempa ini pada 2009 lalu karena berada lebih ke timur. Saat itu berada lebih barat di Pantai Pangandaran. Kekuatan gempa 2009 lebih besar sehingga memicu tsunami setinggi tujuh meter.

Dia menuturkan, lempeng itu panjang sekali dari sebelah barat Aceh terus sebelah barat Sumatera melewati selatan jawa sampai ke timur, ke NTT. Di sepanjang zona ini secara bergantian terjadi gempa-gempa itu karena zona-zona tersebut bergerak terus sehingga aktivitas numbuk itu jalan terus. "Sudah jutaan tahun jalan terus," ucapnya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
12 jam lalu

Gempa Hari Ini Guncang Bandung, Cek Magnitudo dan Pusatnya

16 jam lalu

Gempa Hari Ini Guncang Kuta Selatan Bali, Cek Magnitudo dan Pusatnya

17 jam lalu

Gempa Terkini Magnitudo 4,2 Guncang Mukomuko Bengkulu

1 hari lalu

Gempa Hari Ini Guncang Pangandaran, Cek Magnitudo dan Pusatnya

3 hari lalu

Gempa Hari Ini Guncang Lumajang, Cek Magnitudo dan Pusatnya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal