YOGYAKARTA, iNews.id – Kementerian Perindustrian mendorong lahirnya start up dan industri batik di tanah air. Produk industri harus bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri karena potensi pasar domestik sangat besar.
“Kita akan terus dorong tumbuhnya industri baru yang inovatif di bidang kerajinan dan batik,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Doddy Rahardi, saat menyerahkan bantuan fasilitas produksi kepada lima enterpreneur muda yang terpilih dalam Innovating Jogja 2020.
Program Innovating Jogja sudah dilaksanakan sejak 2016 dan terus bergulir sampai saat ini. Dalam pelaksanaannya, BPPI bekerja sama dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta dan Puslitbang Industri Agro Kemenperin. Kegiatan ini sebagai ajang pencarian start up berbasis inovasi di bidang kerajinan dan batik melalui sistem kompetisi ide inovasi bisnis.
Tahapan seleksi telah dimulai pada bulan Februari lalu dan ada 91 proposal yang masuk. Dari proses seleksi administrasi dan substansi, ada 30 peserta yang lolos dan berhak mengikuti bootcamp pengembangan bisnis. Mereka masih harus mengikuti seleksi business plan sebelum akhirnya terpilih lima pemenang.
Pemenang pertama, Eyster Puspitasari dengan nama usaha Puspita Batik Indigo Natural Dye dengan inovasi blue gold instant atau paket zat warna indigo lengkap dengan reduktor dan alkalinya. Sementara pemenang kedua Alfira Oktavia dengan nama usaha Semilir untuk produk inovasi teknik ecoprint pada kulit kayu lantung.