Batik Corona ini, dijual dengan harga Rp350.000 per potong. Setidaknya ada lima pilihan warna sesuai selera konsumen. Dari puluhan yang sudah dicetak, cukup diminati pasar. Tidak hanya pasar lokal, namun sampai di luar daerah.
“Kami juga pasarkan lewat online memanfaatkan media sosial dan responsnya cukup bagus,” ujar pemilik Sembung Batik ini.
Konsumen juga bisa memesan batik bermotif virus corona ini untuk dikombinasikan dengan motif lain atau warna lain. Konsumen pun bisa memilih berbagai jenis batik kontemporer dan tradisional dengan harga mulai Rp150.000 hingga di atas Rp1 juta.
Sementara itu suami Murtini, Sugirin mengatakan, pandemi Covid-19 cukup berdampak bagi pelaku UMKM batik. Namun dirinya tetap bertahan dan melindungi pekerjanya. Mereka tidak ada yang di-PHK atau dirumahkan.
“Sistem kita adalah kekeluargaan, mereka sudah kita anggap keluarga. Kalau kita rumahkan kasihan,” ujarnya.
Beruntung dalam kondisi saat ini, pesanan batik masih terus mengalir. Hanya, jumlahnya tidak seramai tahun lalu menjelang Lebaran.