Begini Kisah Budaya Keraton Yogyakarta, Ternyata Banyak Kesamaan dengan Solo

erfan erlin
Kisah Budaya Keraton Yogyakarta menarik untuk dicermati. Budaya Keraton Yogya ternyata memilik banyak kesamaan dengan Keraton Solo. (Foto Ilustrasi : ist

Beberapa hal lantas dirubah untuk membedakan antara Yogyakarta dan Solo. Di antaranya ukuran Gamelan di mana untuk Jogja ukurannya lebih kecil dibanding Solo, kemudian tari-tarian di mana geraknya juga dirubah. judul pedalangan dan pusaka juga dirubah.

"Seperti keris misalnya, Pamor keris untuk Jogja ukurannya lebih kecil sementara Solo lebih besar," ujar dia.

Kemudian baju atau kostum di mana Sunan Paku Buwono memilih baju Taqwa (beskap) untuk peranakan. Sementara untuk Yogyakarta, Sri Sultan HB I tidak akan merubahnya yaitu tetap memakai yang lama. 

Keputusan tersebut diambil karena sudah turun temurun dikenakan di samping juga karena sesuai arahan sunan Kalijogo. Baju tersebut sampai sekarang dikenal dengan nama baju Surjan. Demikian juga dengan tradisi, keduanya memang memiliki kemiripan.

"Di Jogja dan Solo sama-sama ada Garebeg. Dan untuk suran (suro) sama-sama ada tradisi Topo Bisu Mubeng Beteng. Hanya saja di Solo ditambahi dengan mengarak kerbau bule, Kyai Slamet," katanya.

Kedua kerajaan ini juga memiliki kesamaan dalam Labuhan meskipun tepatnya berbeda. Jika keraton Solo menyelenggarakan labuhan di Gunung Lawu dan Pantai Glagah, namun untuk Keraton Yogyakarta dilaksanakan di Gunung Merapi dan Pantai Parangkusumo.

Beberapa hal lain yang membedakan diantaranya adalah untuk jarik atau kain yang biasa digunakan para abdi dalem sebenarnya memiliki kemiripan dalam sisi corak. Namun untuk Solo lebih dominan warna Cokelat dan untuk Jogja lebih didominasi warna Putih.

"Nah untuk wilayah Gunungkidul yaitu Kapanewon (kecamatan) Semin, Rongkop dan Girisubo masih terpengaruh Solo karena letaknya dekat dengan Solo. Sementara sebagian Piyaman Kecamatan Wonosari, Panggang, Ngawen dan nglipar dekat dengan Solo tetapi kental dengan budaya Ngayogyakarta Hadiningrat," katanya.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Keraton Yogya Berduka, Bagas Korban Tewas saat Glamping Ternyata Fotografer Tundha Yekti

57 tahun lalu

Sekeluarga Tewas di Temanggung, 1 Korban Mahasiswa UGM dan Fotografer Keraton Yogya

57 tahun lalu

Sambut Human Origin Heritage, Wali Kota Robby Promosikan Budaya Salatiga ke Mancanegara

57 tahun lalu

2 Kubu Keraton Solo Gelar Halalbihalal Terpisah di Waktu Bersamaan

57 tahun lalu

Rute Kirab Penobatan Raja Baru Keraton Solo, Gusti Purbaya Dilantik Jadi Pakubuwono XIV

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal