Baru 25 Persen Usaha Pariwisata yang Kantongi Standarisasi dan Sertifikasi Usaha

erfan erlin
Kemenparekraf memberikan bimtek bagi pelaku wisata di Nglanggeran,Gunungkidul, Rabu (10/8/2022). (Foto; MPI/Erfan Erlin)

Kementerian juga akan memberikan kemudahan bagi mereka yang bersedia untuk mengikuti dan menaati standarisasi tersebut. Kemudahan dalam pendaftaran usahanya untuk mendapatkan nomor induk berusaha (NIB). Selain itu juga ada insentif berupa peralatan-peralatan kepada pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.

Owner Restoran Omah Dhuwur, Irsyam Sigit Wibowo menuturkan, bimbingan teknis ini sangat penting.  Saat ini masa pandemi Covid-19 sudah hampir selesai, standarisasi tentang CHSE dan standarisasi restoran cukup dibutuhkan.

"Karena standarisasi itu penting supaya tamu yang datang itu aman dan nyaman. Kebetulan tamu-tamu kami kebanyakan dari luar negeri," ujarnya.

Tamu asing  kata dia, sangat detil memperhatikan tentang kesehatan, kemudian protokol kesehatan. Selama ini pihaknya berusaha memenuhi syarat tersebut.  

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tingkatkan Budaya Literasi, Plt Bupati Badung Buka Bimtek IPLM dan TGM

57 tahun lalu

Sambut HUT ke-79 RI di IKN, Kemenparekraf Siapkan Fasilitas 7 Destinasi Wisata

57 tahun lalu

Menparekraf Sandiaga Motivasi Ribuan Santri di Malang Melek Digitalpreneur

57 tahun lalu

Menparekraf Sandi Ungkap Alasan Desa Wringinanom Masuk 50 Besar ADWI 2024

57 tahun lalu

Buka Program BEKUP, Kemenparekraf Target 120 Startup Tumbuh di 2024

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal