Pengurasan sumur itu dilakukan dengan cara manual, yakni menyedot air sumur menggunakan mesin pompa/diesel. Air selanjutnya dibuang dan tim turun membersihkan lumpur. Namun, upaya ini terkendala dengan diameter sumur yang sempit.
“Di bawah itu lumpurnya sangat banyak, dan asulit untuk disedot. Ada juga pakaian dan plastik yang jatuh ke dalam,” ucapnya.
Tim juga harus berjibaku dengan bau air sumur yang cukup menyengat. Lumpur yang ada, sulit diangkat jika tim tidak turun membersihkan secara manual. Hal inilah mmebuat tim yang turun dilakukan secara bergantian.
Aksi sosial itu merupakan bentuk kepedulian MMDC kepada warga. Warga yang sumurnya disedot tidak ditarik pungutan biaya sedikitpun. Namun warga juga cukup peduli dengan memberikan makanan dan minuman kepada para relawan yang bekerja. “Permintaan terus bertambah, tidak hanya di Panjatan tetapi juga di Desa Tayuban,” kata Sunar.
Seorang warga Subarjo mengaku sangat berterima kasih dengan adanya aksi ini. Mereka tidak memiliki peralatan untuk melakukan pembersihan sumur. Namun hadir para relawan yang mmebantu mengatasi permasalahan air bersih. “Terima kasih, kita dibantu membersihkan sumur,” ujarnya.