Bajingan di Kabupaten Bantul Siap Puaskan Wisatawan, Kok Bisa?

Trisna Purwoko
warga Jodog, Pandak, Bantul masih mempertahankan gerobak sapi, yang kini untuk angkutan wisata. (Foto: iNews.id/Trisna Purwoko)


 
Salah satu pemilik gerobak sapi, Sumardiyanto mengatakan, gerobak sapi bukanlah sekedar angkutan tradisional saja. Namun menjadi kebanggaan bagi pemiliknya, dengan harga pembuatan sekitar Rp15 juta belum nilai dua sapi yang menjadi penarik.  

“Ini adalah aset yang ternilai, bukan hanya sekadar alat transportasi,” katanya. 

Gerobak milik Sumardiyanto pernah menyabet juara pertama pada festival gerobak sapi tiga tahun berturut-turut. Semua perangkat yang ada pada gerobak masih asli. Gerobak ini dulu menjadi andalan bagi perajin batik di Karangkajen maupun untuk produksi mi lethek untuk mengangkut kayu bakar. 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polisi di Surabaya Dikeroyok 3 Preman hingga Tak Berdaya gegara Tegur Pesta Miras

57 tahun lalu

Kehabisan Bekal, Sejoli asal Kolombia Ditangkap saat Ngamen di Lampu Merah Bantul

57 tahun lalu

Viral Pungli di Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang, 4 Preman Langsung Ditangkap Polisi

57 tahun lalu

Tragis! Diajak Kakek Cari Rumput, Bocah di Bantul Tewas Tertimpa Buis Beton

57 tahun lalu

Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Preman di Purwakarta Dimakamkan, Keluarga Minta Keadilan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal