Apa Itu Kejawen, Arti, Aliran Berikut Penjelasannya

Pandika Adi Putra
Mengenal tradisi kejawen yang menjadi pandangan atau pedoman hidup masyarakat Jawa. (Foto: Ilustrasi/Ist)

Ajaran kejawen jawa ini mengakui terhadap keesaan Tuhan yang maha esa. Sehingga inti dari kejawen adalah mengarahkan insan “Sangkan Paraning Dumadhi” yang berarti dari mana datang dan kembalinya hamba tuhan.

Selain itu ajaran kejawen mengajarkan hambanya untuk seiya sekata dengan tuhan “Manunggaling Kawula lan Gusthi  yang berartinya bersatunya hamba dengan Tuhan. Dari situlah terbentuk misi dari ajaran kejawen.

Misi ajaran kejawen ini ada empat yaitu, Mamayu Hayuning Pribadhi (Sebagai rahmat bagi pribadi), Mamayu Hayuning Kulawarga (Sebagai rahmat bagi keluarag), Mamayu Hayuning Sasama (Sebagai rahmat bagi sesama manusia), dan Mamayu Hayuning Bhawana (Sebagai rahmat bagi alam semesta).

Berbeda dengan enam agama yang diakui di Indonesia yang memiliki kitab suci, kejawen tidak memiliki kitab suci. Akan tetapi orang jawa memiliki sandi yang tersirat dalam semua segi kehidupan untuk membentuk laku tata krama.

Perihal sandi itu banyak tertuang dalam karya tulis seperti Sastra Kawi (Nasihat), Macapat (Wejangan), Babad (Sejarah), Suluk (Jalan Supranatural), Kidung (Doa), Piwulang (Pengajaran), dan Primbon (Himpunan). Semua tersaji dalam aksara jawa atau huruf pegon.

Aliran Kejawen memiliki konsep seimbang tanpa terpaku oleh aturan yang ketat. Sifat ini paling mirip dengan sifat yang ada pada konfusianisme atau agama Konghucu, akan tetapi konsep ajarannya berbeda.

Perilaku atau ibadah dalam ajaran kejawen ini berupa instrumen adat khas Suku Jawa, seperti wayang, keris, pembacaan mantra, pemakaian bunga-bunga tertentu yang memiliki simbol dan filosofi tertentu dan lain sebagainya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Asal Usul Wangsa Sailendra, Raja Gunung yang Menggetarkan Jawa Kuno

57 tahun lalu

9 Kota Kabupaten Tersepi di Jawa, Nomor 5 Didominasi Dataran Tinggi dan Pegunungan

57 tahun lalu

7 Tempat Nongkrong Malam di Solo, Suasana Friendly Menunya Nikmat

57 tahun lalu

Keistimewaan Sultan Agung, Bisa Pergi Secepat Kilat Sujud di Makkah Setiap Jumat

57 tahun lalu

Amarah Sultan Agung Pasukannya Gagal Taklukkan VOC, 744 Prajurit Jawa Dihukum Mati

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal