Menurut Hanik, dalam beberapa pekan terakhir memang terjadi peningkatan akivitas Gunung Merapi dibandingkan dengan fase-fase sebelumnya. Ini terlihat dari suplai magma ke permukaan yang cenderung meningkat. Kemudian, terjadi guguran lava dan awan panas dengan jarak luncur mencapai 2 km dan masih berpotensi meluncur hingga 3 km.
“Kami minta masyarakat di kawasan-kawasan rawan bencana kawasan rawan bencana (KRB) 3 untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Kami minta masyarakat selalu meningkatkan mengikuti informasi tentang aktivitas Merapi,” katanya.
Hanik juga meminta pemerintah daerah untum mempersiapkan prosedur penanganan kondisi darurat aktif. Begitu juga dengan wisatawan untuk mengantisipasi gangguan akibat debu vulkanik. “Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadinya hujan di sekitar Gunung Merapi,” ujarnya.