Ade Armando Kritik Politik Dinasti di Jogja, Sultan: Dianggap Begitu Ubah Dulu UUD 1945

erfan erlin
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat menghadiri acara peresmian Lumbung Mataram di Kedungpoh Kapanewon Nglipar Gunungkidul, Senin (4/12/2023). (Foto: MPI/erfan Erlin) 

Bagi masyarakat DIY yang paling penting adalah diakui keistimewaannya. Hal ini tidak lepas dari asal usul, dan menghargaai sejarah serta sesuai bunyi undang-undang.  

Sultan menandaskan jika kalimat dinasti atau tidak, dalam undang-undang itu tidak ada. Baginya paling penting DIY adalah bagian dari republik yang melaksanakan keputusan UU yang ada. 

"Ya diubah dulu aja kalau dianggap dinasti. UUDnya,” ujarnya. 

Terkait dengan aksi yang bakal dilaksanakan oleh sejumlah kelompok masyarakat terhadap komentar Ade Armando, Sultan mempersilahkan. Namun, Sultan memastikan pihaknya tidak pernah menyuruh masyarakat untuk melakukannya. 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Doa Malam 1 Rajab Lengkap Arab, Latin, dan Artinya Dibaca setelah Magrib

57 tahun lalu

Kapan Malam Nisfu Syaban 2024? Ini Amalan dan Keistimewaannya

57 tahun lalu

Tegas, Rembug Warga NU dan Muhammadiyah Keluarkan Pernyataan Sikap Cegah Politik Dinasti

57 tahun lalu

Susul UGM dan UI, Unand Sampaikan Manifesto Sikapi Penyimpangan Kekuasaan di Era Jokowi 

57 tahun lalu

Aliansi Mahasiswa Jateng Gelar Aksi, Tolak Dinasti Politik dan Pelanggar HAM Berkuasa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal