9 Jenis Tarian Yogyakarta Beserta Penjelasannya

Yohanes Demo
Tari Golek Menak menjadi salah sati tarian adat asli Yogyakarta. (foto: Keraton Yogyakarta)

Tadi Satrio Watang

Tari Satrio Watang atau yang biasa dikenal dengan sebutan Tari Prawiro Watang adalah tarian yang ditarikan oleh penari laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan secara kelompok maupun sendirian. Kata Watang memiliki arti tongkat yang terbuat dari kayu. Sehingga tidak heran jika properti yang digunakan setiap pertunjukkan adalah sebuah tongkat yang berbahan dari kayu.

Tarian Satrio Watang ini mengandung cerita tentang kegagahan prajurit-prajurit pada zaman dimana para prajurit tersebut sangat lihai menggunakan senjata berupa Watang.  

Tari Golek Menak

Tarian khas Yogyakarta selanjutnya, Tari Golek Menak. Tarian ini terkenal dengan kostumnya yang terlihat sangat unik dan juga menarik. Tari Golek Menak diadopsi dari gerakan yang dilakukan oleh wayang Golek Menak. 

Tarian ini diciptakan karena wujud dari kekaguman Sultan Hamengku Buwono IV terhadap kesenian wayang golek yang sangat populer pada waktu ini. Semua hal yang terkait dengan tarian ini seperti tata busana, gerakan, alur cerita hingga semua tokohnya disesuaikan dengan wayang golek.

Tari Langen Asmoro

Tarian daerah Yogyakarta selanjutnya Tari Langen Asmoro. Tarian ini menceritakan tentang sebuah percintaan yang dalamnya terdapat sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta. Sepasang kekasih tersebut saling memadu kasih, bermesra-mesraan dan bahagia bersama.

Salah satu keunikan dari tarian ini yaitu tidak adanya konflik dalam cerita yang dihadirkan. Biasanya Tarian Langen Asmoro ini dipertunjukkan untuk acara-acara pernikahan dan acara resmi lainnya. Maksud ditampilkannya dalam acara pernikahan yaitu agar menjadi contoh untuk para pengantin agar menjadi pasangan yang terus bahagia dan terhindar dari konflik.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Keraton Yogya Berduka, Bagas Korban Tewas saat Glamping Ternyata Fotografer Tundha Yekti

57 tahun lalu

Sekeluarga Tewas di Temanggung, 1 Korban Mahasiswa UGM dan Fotografer Keraton Yogya

57 tahun lalu

Ditemani Cucu Sri Sultan Hamengku Buwono X, Alam Ganjar Berkeliling Keraton Yogyakarta

57 tahun lalu

Warga Jogja Laporkan Ade Armando ke Polisi, Sultan HB X: yang Penting Saya Tidak Menyuruh

57 tahun lalu

Seniman Jogja Larung Foto Ade Armando di Sungai Gajah Wong

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal